Prinsip Dasar Jurnalistik Online menurut Paul Bradshaw


Prinsip Dasar Jurnalistik Online yang ditulis Paul Bradshaw dalam “Basic Principal of Online Journalism” (onlinejournalismblog.com) merujuk pada lima aspek yang kemudian disingkat menjadi B-A-S-I-C, yakni Brevity, Adaptability, Scannability, Interactivity, Community dan Coversation.
  1. Brevity (Keringkasan)
Pembaca berita online sangat tidak mengharapkan berita yang bentuknya panjang-panjang, apalagi panjangnya itu dengan kalimat-kalimat yang bertele-tele, bukan dengan kekayaan informasi.

Hal itu disebabkan kekuatan mata mereka dalam menatap layar ponsel atau komputer terbatas.

Jika mereka berlama-lama menatap layar hanya untuk membaca satu berita, maka itu sangat merugikan mereka. Mata mereka mungkin akan lelah, sehingga tidak memungkinkan untuk membaca berita lainnya yang mungkin mereka ingini atau penting bagi mereka.

Maka, jurnalisme online sangat dianjurkan berisi tulisan yang ringkas. Hal ini senada juga dengan kaidah bahasa jurnalistik KISS, yakni Keep it Shot and Simple. (Buatlah berita yang ringkas dan sederhana).
  1. Adaptability (Kemampuan beradaptasi)
Seorang wartawan online dituntut mampu menyesuaikan diri di tengah kebutuhan dan preferensi publik. Dengan beragam kemajuan teknologi yang menyertai hadirnya jurnalisme online, jurnalis dapat menyajikan berita tidak hanya dalam bentuk teks atau kata-kata dalam bentuk naskah, tetapi juga bisa dalam bentuk format suara (audio), video dan gambar.
  1. Scannability (Mudah Dipindai)
Pernah mendengar istilah membaca memindai? Ya, membaca memindai adalah suatu teknik membaca untuk menemukan informasi dari bacaan secara cepat, dengan cara menyapu kata demi kata dan halaman demi halaman secara merata.

Dalam karya jurnalistik online, khususnya berupa teks, hendaknya tulisan itu mudah dibaca dengan teknik memindai. Tujuannya, agar pembaca tidak terlalu lama berkaca pada layar gadget mereka.

Untuk teknik menulis konten jurnalistik online yang mudah dipindai, akan dibahas secara khusus pada postingan selanjutnya. Dua kriteria konten yang mudah dipindai (scannable) ialah setiap paragrafnya tidak lebih dari 5 baris, bahkan dianjurkan hanya s sampai 3 baris.
  1. Interactivity (Interaktivitas)
Yang dimaksud interaktivitas di sini ialah pelibatan audiens atau khalayak terhadap sebuah karya jurnalistik online. Dalam hal ini ialah menjadikan audiens tidak hanya sebagai pembaca (reader) tetapi juga sebagai user (pengguna). Maka dari itu, penting dalam media online berupa berita (news online media) untuk menyediakan kolom komentar dan tombol share persis di bawah postingannya.
  1. Community and Conversation Komunitas dan Percakapan
Peran lebih dari media online dibanding media cetak ataupun media konvensional lainnya adalah sebagai penjaring komunitas. Ini masih berkaitan dengan poin sebelumnya tentang interaktivitas. Jurnalis online sebisa mungkin harus menjawab setiap respon dari user media yang digawanginya. Dengan demikian, mereka akan loyal karena dianggap ada, sehingga sangat mungkin terbentuknya sebuah komunitas baru.

Nah, demikian penjelasan mengenai prinsip dasar jurnalistik online yang bisa saya paparkan. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan dan pemahaman kita semua.

Special thank to Mr. Asep Syamsul Romli for his good book ==> Jurnalistik Online