2017, Media Terverifikasi akan Miliki Logo Khusus dari Dewan Pers
2
Ketua Dewan Pers Indonesia Yosep Adi Prasetyo, menegaskan, seluruh anggota media yang terverifikasi akan memiliki logo khusus dan label sertifikasi dari dewan pers.
“Ini dilakukan agar masyarakat bisa menilai mana media yang jelas dan tidak, termasuk wartawannya,” kata Yosep dalam acara sarasehan Dewan Pers bertema “Tantangan Pers Daerah di Era Digitalisasi” di Hotel Novotel Manado Golf Resort dan Convention Centre, Kamis (3/11/2016).
Yosep mengimbau kepada pemerintah untuk lebih jeli melihat hal ini. Agar, jangan terjadi kesalahan ataupun temuan BPK-RI pada instansi pemerintah.
Sebab menurutnya, dengan tersedianya anggaran yang melekat pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), membuka peluang penyimpangan anggaran yang dinikmati oleh wartawan dan media yang tidak jelas keberadaannya, alias abal-abal.
Sehingga, imbuh Yosep, dewan pers berencana akan memverifikasi seluruh media termasuk media online, yang saat ini begitu pesat pertumbuhannya.
“Rencananya pada 9 Februari 2017, bertepatan dengan Hari Pers Nasional di Ambon, kita akan mengumumkan seluruh media yang akan memakai logo. Logo itu menyatakan bahwa media tersebut telah terverifikasi oleh dewan pers, sehingga memudahkan pemerintah dan masyarakat melihat mana media yang benar dan tidak,” tegasnya.
“Pada Hari Pers Nasional itu juga, rencananya dewan akan menandatangani kerja sama terkait media yang terdaftar di dewan pers dengan lembaga pemerintah, termasuk di antaranya Polri, TNI dan lembaga lainnya,” demikian Yosep dilansir Bolmutpost.com.
“Ini dilakukan agar masyarakat bisa menilai mana media yang jelas dan tidak, termasuk wartawannya,” kata Yosep dalam acara sarasehan Dewan Pers bertema “Tantangan Pers Daerah di Era Digitalisasi” di Hotel Novotel Manado Golf Resort dan Convention Centre, Kamis (3/11/2016).
Yosep mengimbau kepada pemerintah untuk lebih jeli melihat hal ini. Agar, jangan terjadi kesalahan ataupun temuan BPK-RI pada instansi pemerintah.
Sebab menurutnya, dengan tersedianya anggaran yang melekat pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), membuka peluang penyimpangan anggaran yang dinikmati oleh wartawan dan media yang tidak jelas keberadaannya, alias abal-abal.
Sehingga, imbuh Yosep, dewan pers berencana akan memverifikasi seluruh media termasuk media online, yang saat ini begitu pesat pertumbuhannya.
“Rencananya pada 9 Februari 2017, bertepatan dengan Hari Pers Nasional di Ambon, kita akan mengumumkan seluruh media yang akan memakai logo. Logo itu menyatakan bahwa media tersebut telah terverifikasi oleh dewan pers, sehingga memudahkan pemerintah dan masyarakat melihat mana media yang benar dan tidak,” tegasnya.
“Pada Hari Pers Nasional itu juga, rencananya dewan akan menandatangani kerja sama terkait media yang terdaftar di dewan pers dengan lembaga pemerintah, termasuk di antaranya Polri, TNI dan lembaga lainnya,” demikian Yosep dilansir Bolmutpost.com.
Sekarang banyak banget media abal-abal yang dijadiin rujukan. Akhirnya debat ga jelas karena konten media tsb belum bisa diuji kredibilitasnya.