Kerja adalah Kehormatan
[caption id="attachment_233" align="alignleft" width="300"]
Om, Bunga, Om?[/caption]
Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Saat tengah sibuk dengan laptopnya, ia dihampiri gadis kecil dengan membawa beberapa tangkai bunga.
”Om beli bunga Om.”
”Tidak Dik, saya tidak butuh bunga,” ujar lelaki itu sambil tetap sibuk dengan laptopnya.
”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.
Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata,”
Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh, Om akan beli bunga dari kamu.”
Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu.
Setelah menyelesaikan istirahat siangnya, si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya.
”Sudah selesai kerjanya Om? sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai 2000 saja!”
Bercampur antara jengkel dan kasihan sipemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya.
“Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil menyodorkan uang kepada si gadis.
Gadis itu pun mengambil uang tersebut, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana. Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung.
”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?”
Baca juga: Yang Kautinggalkan Di Restoranku
Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab, ”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”
Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa pekerjaan adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa, tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan.
Eksekutif muda itu akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.
Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas dengan uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apa pun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, maka akan memberikan nilai penghormatan yang tinggi. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangkan.
Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Saat tengah sibuk dengan laptopnya, ia dihampiri gadis kecil dengan membawa beberapa tangkai bunga.
”Om beli bunga Om.”
”Tidak Dik, saya tidak butuh bunga,” ujar lelaki itu sambil tetap sibuk dengan laptopnya.
”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.
Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata,”
Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh, Om akan beli bunga dari kamu.”
Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu.
Setelah menyelesaikan istirahat siangnya, si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya.
”Sudah selesai kerjanya Om? sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai 2000 saja!”
Bercampur antara jengkel dan kasihan sipemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya.
“Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil menyodorkan uang kepada si gadis.
Gadis itu pun mengambil uang tersebut, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana. Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung.
”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?”
Baca juga: Yang Kautinggalkan Di Restoranku
Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab, ”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”
Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa pekerjaan adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa, tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan.
Eksekutif muda itu akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.
Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas dengan uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apa pun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, maka akan memberikan nilai penghormatan yang tinggi. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangkan.
Posting Komentar