Mitos Konten Blog yang Disukai Pembaca dan Mesin Pencari

Konten Blog yang Disukai Pembaca dan Mesin Pencari - Akhir-akhir ini banyak temen saya yang nanya, “Kenapa jadi sering menulis artikel tentang tutorial blog, SEO dan Google Adsense?”

Lalu saya jawab, “Lagi ikutan SEO Challenge. Hehe..”

Padahal mah bukan. Ini sekadar isi waktu luang saja dengan aktivitas yang sempat jadi hobi saya.

Saya terkenang 1 tahun lalu saat pertama belajar membuat blog, lalu gonta-ganti template, belajar html, ngulik CSS, hingga beli dan costum domain dari blogspot ke .com.

Dalam satu tahun ke belakang saya mendapat berbagai pembelajaran, khususnya di dunia per-blog-an. Dari merasa buang-buang waktu karena cari tahu ini itu tentang tutorial blog, hingga merasa merasa beruntung pernah mengalami masa-masa jadi blogger ‘lupa waktu’.

Baca juga: Media Abal-abal yang Bikin Sebal

Orang-orang sering bilang tentang part-time blogger dan full time blogger. Kalau saya mah blogger lupa waktu. Karena waktu itu pernah dalam satu bulan penuh selalu bangun jam 1 malam buat belajar blog. Hingga akhirnya sakitlah yang menghentikan pola hidup kurang baik itu. Sewaktu diperiksa, dokter bilang banyak saraf-saraf di kepala saya banyak yang tegang.

Itulah masa jahiliyah saya sebagai pembelajar dunia blog. Tahun ini (2016) saya dipertemukan dengan pekerjaan yang gak jauh-jauh amat dari hobi ngeblog saya, yaitu content writer. Tapi karena nulisnya nulis berita, jadi nama profesinya juga lebih dikhususkan lagi—redaktur.

Saat ini saya sedang cuti, karena harus beresin dulu proposal skripsi. Niatnya sih sebulan, tapi kayaknya 10 hari juga cukup.

Sebelum masuk kantor lagi, saya ingin bernostalgia dulu dengan dunia tutorial blog. Saya ingin berbagi tentang cara menulis artikel yang berkualitas {disukai pembaca (user friendly), disukai mesin pencari Google (SEO Friendly)}

Menulis Konten Blog yang Disukai Pembaca


Dari hasil pembelajaran 1 tahun tentang dunia blog, yang paling saya benci adalah tulisan blog yang ‘hanya’ disuguhkan untuk mesin pencari.

Setelah ditelusuri, ternyata banyak blogger yang terjebak dengan tutorial blog tentang riset kata kunci. Akhirnya mereka menumpuk banyak kata kunci yang sedang dibidiknya itu dalam postingan blog-nya.

Sebetulnya ini masalah prinsip sih. Saya sendiri beranggapan tulisan atau artikel yang disukai pembaca itu ya yang mengalir dan mudah dipahami. Dan yang pasti isi tulisan sesuai dengan judul. Gak nipu dengan judul yang bombastis tapi isi kosong.

Selanjutnya yang disukai pembaca adalah konten blog yang lengkap dan memberikan solusi bagi permasalahan yang sedang dicarinya dari blog tersebut. Ingatlah salah satu prinsip dalam berdagang, yaitu berikan yang terbaik untuk konsumen. Pembaca adalah konsumen blog, kita adalah penjualnya.

Jadi, tulislah artikel yang mengalir, lengkap dan tidak menipu dengan judul yang bombastis.

Konten Blog yang Disukai Mesin Pencari Google


Dalam hal ini banyak blogger sering berspekulasi. Ada yang so so’an bahas algoritma google, google panda, google penguin sampai google kuda.

Bisa dibilang setiap blogger punya cara pandang tersendiri mengenai ini. Hal itu bergantung pada pengalaman masing-masing.

Yang pasti algoritma google itu kita tidak pernah tahu pastinya seperti apa. Bisa jadi mereka mengubah sistemnya seminggu sekali atau bahkan sehari sekali.

Oh ya, kenapa banyak orang mencari tahu tentang konten atau tulisan blog yang disukai mesin pencari Google? Jawabannya 2.

  1. Google adalah mesin pencari yang banyak digunakan

  2. Para blogger berlomba-lomba untuk bagaimana tulisan mereka muncul di halaman pertama google.


Yang saha pahami, dan telah terbukti pada puluhan artikel saya, mesin pencari Google itu menilai konten blog dari beberapa aspek, yaitu:

  1. Artikel lebih dari 300 kata

  2. Rapi dalam hierarki perjudulan (mengandung sub judul h2, h3 dst) sehingga mudah dipindai

  3. Setiap paragraf isinya pendek-pendek, tapi padat informasi


Untuk urusan konten blog yang disukai mesin pencari Google, sejauh ini saya hanya menerapkan tiga cara di atas. Itu pun gak terlalu penting buat saya, karena saya yang sekarang bukan blogger yang jahiliyah seperti dulu.

Untuk sekarang saya menikmati jadi redaktur saja. Karena itu lebih menguntungkan, setidaknya kemampuan menulis saya diasah dan dompet saya ada isinya. hehe

Sampai jumpa.